Sunday, October 25, 2015

Eksotisnya Gunung Mahawu, Hanya 10 Menit Mendaki


Hanya perlu mendaki selama sepuluh menit, kawah gunung Mahawu sudah bisa dicapai. Pendakiannya pun mudah, anak tangga telah disemen dan bertrap-trap.

Kawah gunung yang berlokasi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara ini menyajikan pemandangan alam yang indah. Tak heran, kawasan ini menjadi destinasi favorit jika melancong ke kota bunga, Tomohon.

Di puncak Mahawu ini, wisatawan selain melihat kedalaman kawah dan berjalan mengelilingi pinggiran kawah, pemandangan ekstotik di sekitarnya juga bisa dinikmati.

Pemandangan jelas kawah Gunung Lokon, gunung Manado Tua, pulau Bunaken, Kota dan teluk Manado, gunung Klabat, Danau dan kota Tondano, serta kota Tomohon akan terlihat jika wisatawan mengelilingi jalan setapak di bibir kawah. Berada di puncak ini, serasa telah menakhlukkan sebagian Sulawesi Utara.
  
Untuk mengelilingi bibir kawah ini, jalan setapak telah dibeton. Sehingga tak sulit bagi wisatawan untuk menempuhnya. Hanya saja, wisatawan harus menerobos alang-alang yang tinggi untuk bisa membelah lintasan ini.


Di kawah ini, dibangun dua gardu pemandangan. Gardu pertama langsung ditemui diujung anak tangga pendakian. Sementara gardu pemandangan kedua, harus menerobos jalan setapak di tengah alang-alang. Di gardu kedua ini, pemandangan Manado dan Tomohon, serta gunung Lokon terlihat lebih jelas.

Di gardu pemandangan inilah, tempat wisatawan untuk menikmati indahnya kawah Mahawu ini. Di spot ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto dengan latar belakang kawah. Gardu ini tinggi, harus menaiki tangga besi.

Sesampai di puncak, godaan untuk turun ke kawah begitu kuat. Namun pengelola yang adalah polisi hutan Tomohon tak memperbolehkan wisatawan untuk turun ke bawah. Meski trek ke bawah terlihat mudah. Namun tak sedikir juga yang mengabaikan larangan tersebut dan tetap turun ke dasar kawah.

Ada 150 anak tangga menuju puncak Mahawu. Sepanjang jalan ke puncak juga telah diberi besi pembatas yang berfungsi untuk pegangan bagi yang merasa capek di tengah jalan saat naik atau penahan bagi yang turun dari puncak. Dibangun juga sejumlah shelter untuk beristirahat.


Kawah ini memiliki sejarah letusan. Tercatat Gunung Stratovolcano Mahawu ini pertama kali meletus pada tahun 1789. Orang Minahasa menyebut Mahawu karena sering mengeluarkan abu atau dalam bahasa Tombulu disebut Roemengas.

Letusan kembali terjadi pada tahun 1977, 1994 dan 1999. Letusan terakhir inilah yang membuat air kawah yang berwarna hijau belerang lenyap seketika. Meski demikian, bau belerangnya masih tercium bersamaan dengan semilirnya angin bertiup.

Untuk ke lokasi ini, dari pusat kota Tomohon, kendaraan diarahkan ke kawasan agrowisata Kelurahan Rurukan. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhkan dengan indahnya perbukitan yang ditanami sayur mayur. Serta aktivitas warga yang berkebun. Pemandangan ini juga indah untuk berfoto-foto.

Kondisi jalan dalam keadaan baik dan telah dihotmix. Memasuki kawasan gunung Mahawu, trek menanjak akan ditemui. Hingga tiba di pos penjagaan. Di pos ini, wisatawan harus mengisi buku tamu, dan memberi partisipasi sesuai kerelaan.


Untuk ke sini, sebaiknya membawa makanan dan minuman sendiri. Karena tak ada yang jualan. Wisatawan harus jeli melihat cuaca, karena jika mendung, keeksotisan gunung Mahawu ini akan berkurang. Alangkah baiknya jika cuaca sedang cerah. Menikmati sunset dan sunrise di tempat ini juga menjadi pilihan yang tak kalah asiknya.

Dan jika ke sini, wisatawan tak diizinkan untuk berisik atau teriak-teriak. Pada kunjungan Kamis (25/06/2015), sekelompok anak muda yang berada di kawah ini teriak tak karuan. Dan tak lama setelah itu, kabut langsung menutupi kawah ini. Penjaga kawasan ini pun langsung menegur anak-anak muda tersebut.

Dari kota Manado, butuh berkendara sekitar 75 menit hingga ke lokasi. Menuju ke terminal Tomohon, dan akan ditemui pertigaan ke Rurukan. Mengarungi jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan indah hingga ke lokasi.


Jika naik angkot, di terminal Malalayang Manado, naik jurusan ke Tomohon. Turun di terminal, dan bisa naik ojek ke puncak Mahawu. Mengunjungi puncak Mahawu akan menghilangkan penat beraktivitas di kawasan perkotaan.

No comments:

Post a Comment